Taman Laut Bunaken

Salah satu dari surga dari lautan yang ada di Indonesia

Parrotfish

Ikan Berparuh burung, yang bisa memecah invertebrata kecil di lautan

Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan

Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang

Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juli 2021

Perbedaan Ikan Kiper dengan Baronang atau Masader

Perbedaan Secara Organoleptik atau Kasat Mata antara ikan kiper dengan Masader atau Baronang


Hasil foto yang saya bagikan nanti ini didapat sendiri pada saat mancing tadi pagi ya. Jadi sangat fresh ataupun jika nanti dalam penjelasan ada yang kurang benar bisa dikoreksi, ikan baronang sendiri dulu pernah tau sewaktu kuliah yang diajarkan oleh dosen spesialis tentang baronang. Dulu hanya bisa membayangkan tanpa memegang secara langsung. Syukurnya, kemarin waktu mancing di pinggir pantai dekat dengan tambak saya kerja. 

Baiklah, secara kesamaan ikan baronang atau masader dengan ikan kiper memiliki sifat herbivor dimana makanan salah satunya adalah lumut. Selain itu, setelah tadi saya buka organ dalamnya ternyat benar saja usus yang dimiliki kedua ikan ini sangat panjang dan terdapat lumut didalamnya. Hal ini sebagai dugaan saya bahwa ikan tersebut memiliki sifat herbivora.

Secara kasat mata, berikut penampakan foto dari kedua ikan ini,




Nah, sudah jelas belum fotonya? Terlihat sekali perbedaannya bukan. Jangan sampai kalian terkecoh ya, karena keduanya memiliki bintik-bintik tapi polanya beda. Penulis sendiri sih awalnya juga berpikir ikan ini sama. Maka, jika dilihat lebih lanjut perbedaannya sangat terlihat jelas. 

Sekian dulu ya, semoga sedikit informasi tentang ikan baronan dengan kiper dapat bermanfaat bagi pembaca. Bagi yang pengen memiliki foto tanpa oret-oretan bisa komen ya. Terimakasih




Minggu, 21 Januari 2018

Beberapa Penyakit dan Obat yang Sebaiknya diketahui Anak Kost


Sebagai manusia biasa, pasti tidak mungkin dong kebal akan penyakit. Apalagi anak kostan, ya kan? Tentu ada penyakit yang timbul jika kita tidak mencegahnya sedari awal. Anak kost yang jauh dari pengawasan orang tua, ada baiknya menjaga kebersihan kamar untuk mencegah penyakit. Tapi, namanya juga anak kostan. Apalagi cowok kayak aku ini, mesti kamar berantakan dan syukurnya udah sedikit biasa terserang penyakit dan lumayan kebal (sistem imun terbentuk) :D.

Baiklah, sesuai pengalaman. Maka ada beberapa yang agan harus ketahui tentang penyakit yang sering menyerang anak kostan dan beberapa obat yang digunakan. Sebelumnya, ini menurut pengalaman pribadi ya, kalau ada salah-salah silahkan di komentari saja dan tidak bermaksud untuk promosi obat-obatan lho gan. Matur thankiyu gan... Berikut :

Ilustrasi : macan kembung

Kembung VS Minyak Kayu Putih

Penulis sendiri kalo bicara minyak kayu putih sih sebenarnya gak begitu suka baunya. Tapi, namanya juga anak kost kadang juga masuk angin dan kembung. Maka pertolongan pertamanya ya ini nih, Minyak Kayu Putih cap apa saja boleh gan. Oh ya, kalau kulit kena ulat bulu atau gigitan nyamuk yang menyebabkan gatal dan mbintul-mbintul (bintik-bintik merah) bisa juga lho gan. Maka sediakanlah minyak kayu putih, minimal ada teman yang punya supaya boleh di gunakan gan. Adalagi nih gan, kalo pilek pengen hidung gak mumpet bisa juga untuk menyegarkan pernafasan dengan menghirup minyak kayu putih ini gan. Lebih jelasnya BACA

Demam VS Paracetamol


Ini nih gan, yang biasa menyerang saat sering begadang mengerjakan paper, makalah, tugas, laporan yang tebalnya sampai 8 cm. Belum lagi yang mengerjakan skripsi, pasti mumet dan begadang untuk mengerjakannya. Karena saking mumetnya jadi pergi keluar nyari angin, eh malah kehujanan. Nah, hal ini yang bisa jadi pemicu timbulnya demam. Maka pertolongannya adalah paracetamol sebagai upaya untuk menurunkan panas tanpa perlu ke dokter demi menghemat biaya. Ya, kan? Anak kostan harus HEMAT! Bila sakit berlanjut hubungi dokter tentunya. :D informasi lebih lanjut mengenai paracetamol BACA

Sariawan VS Albotiiiiit (Sensor)

Siapa yang belum terkena sariawa selama ini? Kebanyakan sudah kan gan. Sariawan atau bahasa kerennya stomatitis ini biasa menyerang kita akibat terlalu bersemangata makan sehingga bibit tergigit sehingga menyebabkan luka dan peradangan berupa bercak putih atau kuning. Ini nih gan, perih banget. Nah, menurut pengalaman pribadi obat Albothyl ini dapat dengan cepat menyembuhkan penyakit sariawan. Ini didukung bila agan search di google.com "obat sariawan" pasti muncul dah obat ini.

Scabies VS Scabimite

Pernah dengar pepatah Jawa "Kriwikan dadi Grojogan" artinya "air mengalir kecil bisa jadi terjun yang besar" kira-kira seperti itu. Intinya, hal yang kecil dapat menyebabkan masalah besar. Contohnya ya ini nih gan...

Scabies atau bahasa gaulnya gudiken / gudigen / gudikan / gudig / kudis (setiap daerah punya nama tersendiri) ini merupakan penyakit kulit yang diakibatkan oleh makhluk mikroskopis tepatnya tungai (mite) dari jenis Sarcoptes scabei. Penyakit ini dapat disebabkan kurangnya menjaga kebersihan. Sedikit cerita ya gan, pernah semester awal karena mahasiswa baru praktikumnya di muara sungai (tau sendiri lah kotornya seperti apa), ditambah kost-kostan yang baru saja pindah, tanpa membersihkan kasur yang ada karena sudah terlihat bersih. Beberapa hari kemudian langsung cos plong ditandai gatal-gatal diarea selangkangan merambat hingga pusar, ketiak, sudut tangan dan dua buah kelapa berharga. Duhh menyiksa gan, penyakit menular hingga teman terdekat, hingga keluarga juga lho gan :( . Maka, baiknya cepat tangani penyakit ini lho gan karena menular dengan cepat.
Sebelum obat sakti "scabimite" sudah banyak cara dan obat yang saya gunakan tapi tidak kunjung sembuh.

Taunya obat ini dari teman dekat yang tertular dan dia datang ke dokter keluarga sehingga diberikan saran obat ini deh. Syukur bisa sembuh, selain obat ini perlu diketahui juga kasur atau segala macam pakaian di bersihkan di paparkan terkena matahari langsung dan selalu jaga kebersihan. Hal ini guna menghilangkan atau mengurangi adanya hewan ini. Oh ya, karena obat ini berlabel K dalam lingkaran merah yang menunjukkan bahwa ini obat keras maka perlu adanya resep dokter.

Alergi VS CTM

Alergi? Tentu pernah dong gan. Ini pernah saya alami waktu krisis moneter sehingga tiap hari makan mie campur telur, maksudnya sih biarpun mie yang penting ada nutrisi dari telur itu. Eh, nggak taunya setelah 5 hari berturut-turut makan mie campur telur kemudian timbul gatal dan kemerahan pada kulit. Gatalnya nikmat sekali, dikasih balsem, minyak kayu putih gak mempan. Akhirnya tanya ke teman anak kedokteran dia menyarankan memberi CTM  singkatan dari chlorfeniramin maleat beli di apotek dengan harga mahasiswa (dua ribu rupiah) selang sehari Alkhamdulillah sembuh.

Maag VS Kontra Maag

Ini nih gan, sebagai anak kost baiknya menjaga pola makan dan kebutuhan makan. Namun sebagai anak kost yang bersahaja ada kalanya harus pandai manajemen keuangan dengan baik akibatnya pola dan jenis makanan tidak terkontrol dengan baik yang dapat menyebabkan nyeri lambung (sederhananya seperti itu). Obat maag yang biasa digunakan ya ini "kontra maag (agan tau lah :D)" jika sakit berlanjut hubungi dokter hubungi orang tua juga supaya uang bulanannya tambah :D .

Serangga VS Obatnya

eh, itu buka penyakit ya? Tapi dapat menimbulkan penyakit lho gan. Maka perlu persiapkan nih bagi anak kostan seperti, kapur barus, kapur ajaib, baygon, hit, dan lain sebagainya. Sesuaikan kebutuhan saja gan. Ini untuk menanggulangi timbulnya penyakit.

Pilek VS Menanggulanginya

Bahasa sederhanyanya pilek atau flue ini biasa menyerang anak kost. Gejala yang biasa dirasakan diantaranya demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan dan nafsu makan turun. Kalau saya pribadi ketika gejala awal ini terjadi maka saya tidak langsung istirahat atau menikmati gejala ini, namun meningkatkan aktifitas pada olahraga contohnya badmintoon dan melakukan pernafasan. Syukur besoknya kalau flue menyerang tidak berlangsung lama. Perlu diketahui juga ya, setiap orang memiliki ketahanan tubuh yang berbeda. Seperti sebelumnya "jika sakit berlanjut, hubungi dokter"

Pencegahan VS Penyakit

Pernah dengar dong slogan "Mencegah lebih baik daripada Mengobati" slogan yang bagus dan penting diketahui anak kost. Pencegahan dapat dilakukan dengan berbagai cara gan, diantarnya menjaga kebersihan, menjaga pola hidup, serta mengonsumsi asupan tambahan. Pencegahan ini masuknya di asupan tambahan ya gan yang baiknya ada persediaan di kostan. Diantaranya berikut


  • Madu : untuk merknya apa saja gan, yang penting tidak kadaluarsa. Madu sendiri memiliki kandungan yang mampu meningkatkan imunitas. Selebihnya dapat di BACA
  • Multivitamin : multivitamin diperlukan karena tubuh tidak memproduksi dengan jumlah banyak suatu vitamin, oleh karenanya perlu mengonsumsi vitamin untuk menjaga tubuh.
  • Vitamin-C : ini nih gan, sebelum mengonsumsi obat karena demam, sariawan atau mau pilek. Biasanya saya mengonsumsi vitamin-C karena dapat efektif meningkatkan imunitas tubuh.
  • dan lain lain


Ada salah seorang Dosen waktu kuliah beliau menyarankan agar jangan buru-buru minum obat kalau itu penyakitnya demam atau pilek, coba biarkan beberapa saat mungkin itu respon tubuh dalam membentuk sistem imun. Kurang lebihnya seperti itu gan.

Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat.  Kritik dan saran yang membangun bisa di komentar ya gan. Wassalamualaikum

Sabtu, 16 September 2017

Tata Cara Pembuatan SKCK

Membuat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) itu Mudah dan Cepat....




Ilustrasi


Surat Berkelakuan baik ataupun track record selama menjadi warga negara  taat hukum akan dicatat pihak kepolisian yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK. Pembuatan SKCK biasanya diperlukan sebagai salah satu syarat untuk melamar pekerjaan,  masuk instansi perguruan tinggi ataupun yang lainnya, tak terkecuali melamar calon istri lho ya... itu jika dibutuhkan :D.

Baiklah, ini merupakan pengalaman dari penulis pribadi, jika ada perbedaan mungkin beda tempat :) atau beda keberuntungan :D. 
Berikut akan dipaparkan tata cara pembuatan SKCK sesuai ilustrasi diatas :
  • Pertama, pemohon ke balai desa untuk surat pengantar;
  • Kedua, Lengkapi berkas persyaratan (Sesuai arahan oleh sekretaris desa : FC KTP, FC KK, FC Akta Kelahiran, Pas Foto Background Merah uk.4x6 sebanyak 6 lembar);
  • Selanjutnya, pemohon ke POLSEK setempat (Kantor Polisi Kecamatan). Pihak Kepolisian memeriksa berkas dan memberikan formulir;
  • Setelah selesai pengisian formulir, maka pihak kepolisian segera menerbitkan SKCK dengan pengecekan data yang sesuai tentunya.

Lalu, Apakah ada biayanya? Yups, sesuai Peraturan Pemerintah no. 60 th 2016 tentang PNPB maka pemohon dikenai biaya administrasi Rp 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah). Setelah selesai maka anda mendapatkan SKCK.

Prosesnya Mudah dan Cepat bukan?
Oh ya, sumber dari laman web POLRI juga ada tata cara pembuatan SKCK secar online lho... Tapi penulis belum mencobanya sih hehe... Mungkin yang berpengalaman bisa komen  :)

Ilustrasi Permohonan SKCK Online



Terimakasih, semoga bermanfaat :)

Sumber :
dan Pengalaman Pribadi

Jumat, 01 September 2017

Anatomi Moluska Kelas Chepalopoda

Moluska sendiri merupakan  hewan triploblastik selomata yang bertubuh lunak. Ke dalamnya termasuk semua hewan lunak dengan maupun tanpa cangkang, seperti berbagai jenis siput, kiton, kerang-kerangan, serta cumi-cumi dan kerabatnya.

Moluska merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang setelah filum Arthropoda. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis, ditambah 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Moluska hidup di laut, air tawar, payau, dan darat. Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita.


Bagaimana ciri moluska dari kelas chepalopoda?

MOLUSCA dari kelas Cephalpoda memiliki :


  •  Saluran pencernaan yang lengkap
  •  Enzym dan kelenjar pencernaan 
  •   Struktur memakan yang khas 
  •  Shell lunak, dan tentacle sebagai tangan


  Sistem peredaran darah

  •     - Jantung terdiri dari 2 bilik
  •     - Peredaran darah sistem tertutup

 Coelom  terbatas pada pericardium (pada sebagian molusca)

Apa saja contohnya?

Octopus briareus

Giant cuttlefish (Sepia latimanus)


Nautilus sp

Octopus sp



Langsung saja, berikut merupakan anatomi dari chepalopoda :







Baiklah, cukup demikian sedikit uraian tentang anatomi chepalopoda. Apabila ada tambahan info bisa di komen ya gan... Terimakasih


Kamis, 24 Agustus 2017

Tingkat Kematangan Gonad pada Induk Udang Windu

Mengenal Lebih Dekat dengan Induk Udang Windu 

(Panaeus monodon)

Gambar 1. Induk Udang Windu (Dokumentasi pribadi)


Sebelum mengetahui Tingkat Kematangan Gonad atau TKG Induk Udang Windu, alangkah baiknya sahabat mengetahui perbedaan antara induk jantan dan betina secara organoleptik dari alat kelamin yang dimiliki,

Perbedaan Alat kelamin antara Induk Jantan dan Betina Udang Windu, 
 
Gambar 2. Induk Jantan 
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3. Induk Betina
(Dokumentasi Pribadi)

Oh ya, jika kurang jelas bisa di zoom....

Setelah sahabat mengerti perbedaannya induk jantan dan betina selanjutnya, bagaimana cara untuk mengetahui TKG induk? secara sederhana yaitu dengan memberikan cahaya dari bawah induk udang dengan lampu senter, kemudian akan terlihat sebagai berikut :
 
Maaf ya sahabat, untuk ciri-cirinya saya capture dari MS.Word, maksud penulis hanya berupaya agar sahabat lebih berminat membaca saja, hehe

Menurut Pujianti et al. (2014), TKG I selama 3 hari, TKG II selama 3 hari, TKG III selama 4 hari, dan TKG IV selama 4 - 5 hari. Perkembangan gonad dipicu oleh kualitas induk, pakan dan kondisi lingkungan. Semakin besar ukuran induk akan semakin berkualitas karena tubuh telah dewasa. Pakan berkualitas sangat berpengaruh pula dalam perkembangan gonad. Beberapa jenis pakan segar seperti daging cumi-cumi, kerang dan cacing darah sering digunakan dalam proses produksi induk matang gonad. 
  
Seperti itulah kiranya yang dapat penulis bagikan, jika ada kekurangan atau kekeliruan, kritik dan saran dari sahabat sangat kami harapkan di kolom komentar... Terimakasih
 




KEPUSTAKAAN
 
Pujianti, P., Suminto, dan D. Rachmawati. 2014. Performa Kematangan Gonad,    Fekunditas, dan Derajat Penetasan Udang Windu (Penaeus monodon Fab.)   Melalui Subtitusi Cacing Laut dengan Cacing Tanah., Journal of        Aquaculture Management and Technology., 3(4): 158 - 165.
 


Senin, 21 Agustus 2017

Perbedaan Sirkulasi dan Resirkulasi

Istilah Sirkulasi dan Resirkulasi pada Perikanan Budidaya


Sirkulasi sendiri menurut kbbi adalah peredaran. Tetapi, disini kita akan membahas sirkulasi pada dunia perikanan budidaya. Istilah "sirkulasi" ini dikenal dengan pergantian air pada kolam atau akuarium ataupun media perairan yang terbatas dan teratasi sebanyak 10 sampai 50% volume awal. Seperti contoh diatas, tinggi air semula 80 cm kemudian di keluarkan hingga 60 cm arau sebanyak 25%, setelah itu air baru dimasukkan untuk mengganti air yang dikeluarkan.


Nah, bagaimana dengan penyifonan? Penyifonan sendiri merupakan bagian dari sirkulasi, dimana pada saat melakukan pengeluaran air biasanya diselingi dengan mengeluarkan kotoran yang terdapat didasar kolam. Ingat ! Penyifonan anya dapat dilakukan pada ikan yang berukuran besar untuk menghindari ikan tersedot keluar oleh air, biasanya pada saat penyifonan selang diberi saringan dimaksudkan untuk menghindari ikan terbawa oleh aliran air.

Alat  yang digunakan diantaranya selang untuk mengeluarkan air dan penyaring.

Secara sederhana, sirkulasi berarti pergantian air pada kolam sebanyak (baiknya) 10%-30% dari volume air semula, tujuannya untuk memperbaiki kualitas air. Ala Lalu, apa bedanya dengan resirkulasi? Secara singkat, resirkulasi adalah air yang berada dikolam akan disaring dengan media tertentu setelah air bersih kemudian air dialirkan kembali kedalam kolam. Lebih jelasnya dapat dilihat pada postingan sebelumnya RESIRKULASI

Cukup sekian dulu ya, bila ada kekurangan ataupun kesalah dikomen aja ya gan.... Terimakasih

Minggu, 01 Mei 2016

Motorku Motormu Motor Kelas Mahasiswa

Pengalaman Perjalanan PKL / Praktek Kerja Lapangan Semarang - Brebes Perbatasan


Gambar Contoh

Sudah lama rasanya tak menuangkan cerita dalam kalimat yang tersusun dari kata-kata. Sudah gatal rasanya, jemari ini tak menginjak keyboard yang berisi huruf. Otak bertugas untuk menyimpan untuk pribadi, sedangkan tangan bertugas menuliskan suatu cerita untuk berbagi.

Berawal dari pengalaman pertamuku, waktu itu tepat di hari sabtu untuk pergi berangkat ke tempat PKL di Balai Benih Ikan (BBI) Malahayu, Brebes, Jawa Tengah. Awalnya sudah survey untuk memastikan tempat, ada sedikit hal yang lucu tentang PKLku ini yaitu tentang motivasiku karena ingin mencoba hal baru menaiki transportasi kereta api. Selain itu, juga karena sahabat-sahabatku yang mendukungku. 
Kembali ke topik ya, kenapa pake judul "MOTORKU MOTORMU MOTOR KELAS MAHASISWA," benar saja, karena semua berasal dari kata H - E - M - A - T . Hemat merupakan kata JIMAT yang harus di miliki setiap orang kala hidup kost di perantauan. Meskipun beda tujuan, entah itu ngekost karena sekolah, kerja, profesi, oh ya... Ataupun Nyantri-pun harus HEMAT. Bagi yang belum pernah merasakan hidup jauh dari orang tua mungkin belum pernah merasakannya. 

Mengatur hidup sendiri itu lebih susah teman-teman, meskipun kalau sudah terbiasa akan mudah dilaksanakannya. Aku pribadi masih merasa kalau belum bisa mengatur ritme yang indah untuk memanfaatkan waktu supaya tidak terbunuh dengan jarum waktu yang diibaratkan seperti pedang. Berusaha dan terus berusaha, semoga menjadi manfaat yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain tentunya, dan tak lupa membahagiakan orang tua.

Sorry, sedikit ngelantur ngalor-ngidul. Intinya, waktu berangkat ke BBI Malahayu saya mengendarai motor matic dari salah satu mesin Jepang. Baru setengah perjalanan gak ada, bensinnya sudah mau habis. Pengalaman pertama, naik matic jarak jauh, biasanya pakai motor kesayangan, motor bebek dengan merk Supra X 125. Ini bukan iklan loo, ini sesuai pengalaman dan kayaknya juga sudah banyak yang tau kalau motor hemat itu motor Supra. hehe


Gak percaya? Waktu itu, kami ber 7 mengendarai motor 5. Motor matic 3 dan bebek (Supra) 2. Jika, di lihat dari habisnya bahan bakar, motor bebek ini memang sudah teruji iritnya. Jadi, saran saja ya... Buat kalian mahasiswa, ataupun siapa saja deh. Kalau mau hemat saat perjalanan jauh mending pakai motor bebek saja. 

Sekian ya, semoga bermanfaat. :)

Waduk Malahayu

Dokumentasi. Hihi


Jumat, 25 Desember 2015

Penelitian Ilmuwan NOAA Mengukur Pertumbuhan Terumbu Karang untuk Memantau Efek dari Pengasaman Laut



Dampak Pengasaman Laut terhadap Pertumbuhan Terumbu Karang

Ekosistem Terumbu Karang


Siapa yang tidak kenal dengan karang? Banyak yang mengetahui tentang karang, bahkan penyairpun dalam bersajak sering kita kenal dengan mengungkapkan kata "karang" sebagai simbol kuatnya karang meski diterjang ombak di lautan. Karang sendiri dibagi menjadi dua yaitu karang ahermatipik dan  hermatipik, ahermatipik merupakan karang yang tidak menghasilkan terumbu dan hermatipik karang yang dapat membentuk terumbu. 
 
Sering disebut sebagai "hutan hujan laut," terumbu karang adalah beberapa ekosistem yang paling kaya secara biologis dan bernilai ekonomis di Bumi. Kebanyakan terumbu karang tumbuh pada daerah perairan dangkal, air jernih yang hangat dan dibangun oleh karang batu bersama-sama dengan organisme lain yang membentuk kesatuan yang keras, pembentuknya yaitu kerangka kalsium karbonat selama beberapa dekade dan abad.


Kumpulan bercabang dan karang foliose di Swains Island, Samoa Amerika (NOAA Foto oleh James Morioka).


Para ilmuwan di Program Ekosistem Terumbu Karang dari NOAA Kepulauan Pasifik Perikanan Science Center sedang melakukan penelitian jangka panjang untuk memantau tingkat di mana organisme terumbu membangun kerangka kalsium karbonat karang dan bagaimana perubahan kimia laut, terutama pengasaman laut, mungkin berdampak pada pertumbuhan terumbu karang.

Pengasaman laut adalah fenomena global di mana meningkatnya karbon dioksida di atmosfer diserap ke dalam laut membuat air laut semakin asam. Semakin rendah pH dan keasaman yang lebih tinggi dari laut membuat makhluk laut lebih sulit hidup, seperti kerang dan karang yang sulit untuk membentuk kerangka kalsium karbonat atau cangkangnya.

Sepanjang terumbu karang di Kepulauan Pasifik, pemantauan produksi kalsium karbonat menggunakan unit kalsifikasi akresi / Calcification Accretion Units (CAUs). Unit-unit di bawah air terbuat dari dua piring PVC yang ditempatkan di lokasi tertentu di terumbu karang untuk memungkinkan pertambahan dan kolonisasi crustose koralin ganggang dan karang keras ke piringan. Dengan mengukur pertambahan bersih, maka dapat ditentukan berapa banyak kalsium karbonat yang dihasilkan selama periode waktu tertentu. Total pertambahan bersih pada terumbu karang dapat dihitung dengan mengukur perubahan berat CAUs digunakan pada terumbu untuk jangka waktu dua sampai tiga tahun.

Calcification Accretion Unit / (CAU)  Unit perakitan: a. Sisi miring, b. Sisi saming, dan c. Gambar dikerahkan Unit CAU (NOAA Drawing oleh Daniel Merritt) in-situ.



Hipotesa dari ilmuwan NOOA bahwa pertambahan bersih akan bervariasi berdasarkan pulau, wilayah, dan habitat, serta akan berubah dari waktu ke waktu. Dengan memantau pertambahan bersih pada terumbu karang, maka akan dapat mendeteksi perubahan tingkat kalsifikasi dari waktu ke waktu dan oleh sebab itu dapat diketahui nilai efek dari pengasaman laut.

Perbedaan setelah 2 tahun :

 
Artikel penelitian ini di terbitkan dalam jurnal PLoS ONE, “Baseline Assessment of Net Calcium Carbonate Accretion Rates on U.S. Pacific Reefs” atau “Dasar Penilaian dari pertambahan kalsium karbonat bersih di daerah karang U.S. Pacific,menyajikan dasar komprehensif tentang pertambahan karbonat terutama oleh crustose koralin ganggang / Crustose Coraline Algae (CCA) di piring CAU digunakan pada terumbu karang di puluhan situs di 11 pulau-pulau di Samudra Pasifik tengah dan selatan. Studi ini menunjukkan bahwa peran CCA sebagai calcifier (pembentuk kalsium) karang merupakan kunc utamai dan mengemukakan perspektif yang unik untuk lebih memahami potensi dampak pengasaman laut pada skenario kimia laut yang berbeda di masa depan.



 Distribusi spasial dan berarti rata-rata akresi karbonat yang berasal dari penyebaran CAU oleh lokasi penelitian (panel kiri) dan pulau-lebar (panel kanan).




Piring CAU disiapkan untuk diproses di laboratorium menunjukkan beragam koleksi organisme

(a. Ganggang corralline, b. Kerang, c. Karang, d. Encrusting alga).


Lima kesimpulan utama dapat diperoleh dari penelitian ini yaitu :


    Karena sifat sangat bervariasi dari tingkat pertambahan karbonat, diharapkan bahwa respon kumpulan karang untuk pengasaman laut kemungkinan akan berbeda antara ekosistem terumbu, serta antara daerah tertentu dalam pulau.
    Crustose koralin ganggang (CCA) adalah pertambahan bentuk yang sangat larut dari kalsium karbonat (CaCO3) yang dikenal sebagai high-Mg-kalsit. Peningkatan keasaman air laut kemungkinan akan menghasilkan lebih rendah tingkat pertambahan CCA.
    Dalam kondisi pengasaman CCA diduga kehilangan keunggulan kompetitif mereka sebagai kelompok pengapur yang dominan dari pembentuk karang awal, yang pada gilirannya mungkin memiliki implikasi yang merugikan bagi sattle / tempat pertumbuhan dan selain itu perkembangan organisme terumbu mengapur seperti karang sendiri.
    Selain perhitungan perubahan air laut laut dalam kimia karbonat (misalnya pengasaman laut), kemampuan laut mengapuri organisme untuk mengatasi perubahan tersebut, dan terus memberikan ekosistem bermanfaat yang tersedia saat ini, kemungkinan akan ditentukan oleh keduanya dan tingkat penurunan pH air laut.
    Efek gabungan dari dampak yang disebabkan manusia, bersamaan dengan penurunan pH dari pengasaman laut, kemungkinan akan mempengaruhi struktur komunitas karang dan karena itu terjadi akresi karbonat pada terumbu karang di seluruh dunia.


Demikian artikel yang dapat di sajikan, semoga memberi manfaat bagi pembaca. Apabila ada kekurangan atau kesalahan silahkan di komentari. Mari jaga alam kita supaya lestari terjaga. Salam Lestari.



Artikel ini dari terjemahan :


https://pifscblog.wordpress.com/2015/12/22/coral-reef-growth/


Untuk lebih jelasnya jurnal dapat di akses :


http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0142196