Taman Laut Bunaken

Salah satu dari surga dari lautan yang ada di Indonesia

Parrotfish

Ikan Berparuh burung, yang bisa memecah invertebrata kecil di lautan

Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan

Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang

Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juni 2016

Sampul Buku "Rajin Pangkal Pandai"

HANYA SEBUAH SAMPUL




Masa SD merupakan masa bahagia, masa ceria dan masa dimana menuntut ilmu itu seperti halnya mengukir diatas batu. Meskipun susah masuknya, tapi alangkah sucinya masa itu sehingga dengan mudahnya mental diri terdidik kala SD.

Oh ya, kita bicara tentang sampul buku... Iya, hanya sampul buku. Sampul buku penuh dengan kalimat jimat misalnya, bersih pangkal sehat, gemar membaca buku membuka cakrawala dunia, buku sumber ilmu dan masih banyak lagi lainnya. Namun, ada kalimat sampul buku yang menjadi cambuk di masa sekarang ini (studi).

Sebuah perbincangan dijalan menuju bandara internasional Ahmad Yani Semarang mengantar teman dari Pesut Mahakam atau Kutai Kartanegara untuk pulang kekampung halaman. Ketika aku membicarakan kerajinan tentang salah seorang temanku, dia menjawab dengan nada santai agak serius "sekarang itu (masa kuliah) bukan hanya masalah pintar  seseorang, tapi tentang rajin tidaknya orang tersebut" kurang lebihnya dia berkat demikian. Pikiranku sendiri bergumam "sepintar apapun seseorang, tanpa dia rajin mengerjakan apa yang harus dikerjakan. Maka percumalah."

Kembali ke kalimat sampul buku "Rajin Pangkal Pandai" apa hubungannya? Entah sadar atau tidak sadar, dulu para pendahulu kita memikirkan masa depan kita. Mulai dari penjajahan hingga  merdeka, melalui ideologi hingga pemersatu bangsa dan 'PENDIDIKAN.' Hanya sebuah sampul beliau para pendahulu kita mengajari tentang bahwa pentingnya seseorang itu rajin dan bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu hal (tentunya yang positif). Tak peduli tentang jurusanku, tak peduli nanti mau jad apa nantinya, hanya kesungguhan dan rajin seseorang yang akan menghasilkan buah manis.

Hanya sebuah sampul.... Sampul usang itu mengajarkan kita, tak perlu merasa minder jika kurang pintar. Hanya dengan rajin kepintaran itu akan  terciptakan. Bahkan, pernah kudengar dari salah seorang guruku beliau berkata bahwa ada sebuah hadist yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda 'waktu ibarat pedang yang terhunus dari setiap orang.'

Sampailah waktuku memikirkan itu, ternyata benar saja. Waktu itu akan bermanfaat bila kita manfaatkan namun, akan hilang percuma jikalau kita membiarkan. Oh Tuhan Yang Maha Besar, betapa hinanya diri ini karena membuang percuma waktu yang telah Kau berikan hingga sekarang ini.

Hanya sebuah uneg-uneg dalam pikiran, apabila ada yang membaca kritik sarannya saya ucapkan terimakasih. *Mungkin juga tidak ada yang baca hehe

Selamat berkreasi  semua. RAJIN PANGKAL PANDAI.

Senin, 20 Juli 2015

Puisis : Siapa Tak Tergoda?

Siapa Tak Tergoda ?


Oleh : 
Syamsul ma'arif


Memandang indahnya rembulan di malam hari
Serasa malam di atas ubun-ubun
Bintang bergemerlapan memandangi
Bulan sabit memberi senyuman

Ah... 
Itu hanya sebuah ilusi
Mengalihkan pandangan dari gemerlapnya malam
Tapi, aku jatuh hati dengan indahnya malam
Terlihat 1 bintang bercahaya terang

Lagi,
Ternyata sebuah ilusi,
Tertipu pancaran cahaya bintang 1
Tanpa sadar, masih ada bintang lain yang bersinar

Sadar,
Aku tergoda,
Tak mampu mengalihkan pandangan pada 1 bintang
Meski 1 bintang cahayanya mulai redup
Semoga 1 bintang ini akan hilang seiring berjalannya malam :)


Rembang, 20 Juli 2015

Senin, 13 Juli 2015

Keindahan Bumi Borneo

Keinginan Melihat Takjubnya Bumi Borneo



Bumi borneo atau sebutan lain dari pulau Kalimantan merupakan paru-paru duni yang harus di jaga. Keindahan alam yang terdengar dari orang bahwa disana masih asri nyaman dan meneduhkan. Kekayaan alam yang terdengar sampai negeri sebrang membuat tangan-tangan nakal mengeruk kekayaan alam yang tersimpan, mulai dari hasil bumi, laut, satwa maupun pepohonan yang seharusnya di jaga sebagai penyangga dunia untuk bumi dan tanah air tercinta.

Sebelum tanah Kalimantan menghilang dari peradaban dan semoga saja masih tetap terlestarikan, ingin rasanya menikmati keindahan alam yang ada di bumi borneo. Karya Sang Maha Kuasa yang indah tersebut mempunyai segudang keindahan alam yang di sajikan. Keinginan saya untuk melihat keindahan alam tersebut supaya dapat menenangkan jiwa, dengan melihat keindahan alam semoga dapat menghilangkan luka dalam.

Terios merupakan solusi kenyamanan yang di tawarkan untuk dapat menjelajahi "bumi Borneo," dengan faktor keamanan  pengendara ataupun penumpang dapat nyaman menikmati indahnya alam. Pemilik tenang ketika Terios di tinggal, dilengkapi dengan Immobilizer & Alarm (kunci anti-maling dilengkapi dengan alarm). Lebih aman bagi penumpang, karena terios di lengkapi dengan window jam protection (pintu jendela otomatis turun saat ada benda diatas), all row seatbelt & headrest (sabuk pengaman untuk semua penumpang), Protensioner & force limiter seatbelt (kursi di rancang khusus untuk mengurangi potensi cidera saat airbag sistem mengembang).

Keamanan lain yang di tawarkan dari Terios yaitu  side impact beam dan  anti Lock breaking system. Kedua sistem ini merupakan rancangan pengamanan apabila terjadi benturan dari samping. Sehingga cidera fatal dapat di hindari. Meskipun demikian, semoga selamat sampai tujuan.

Tujian destinasi wisata yang dapat di tempuh menggunakan Terios di mulai dari kota Palangkaraya, Kruing-Banjarmasin, Pulau Kaget dan Kandangan, Amuntai dan Balikpapan, Samarinda, Tanjung Kutai dan Pulau Maratua.

Apa sajakah keindahan alam yang tersajikan di tempat tersebut? Berikut,

1. Kota Palangkaraya


Obyek wisata Sungai Kahayan

Palangkaraya merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Tengah dengan luas wilayah terbesar di Indonesia dan yang pernah di gadang-gadang menjadi ibukota Indonesia. Sebagai bagian paru-paru dunia, wilayah Palangkaraya masih berupa hutan (hutan lindung). Hutan lindung tersebut di antaranya termasuk hutan lindung Tangkiling. 
Wilayah yang sebagian hutan harus di jaga supaya terjadi keseimbangan alam dan satwa yang ada masih tetap bisa bertahan. 


2. Kruing-Banjarmasin

Pasar Terapung Bnjarmasin

Selain wisata alam yang di sajikan di Kruing-Banjarmasin terkenal dengan aneka kuliner di antanya Durian dan Lontong Orari.

3. Pulau Kaget dan Kandangan

Satwa endemik : Bekantan

Pulau Kaget terkenal akan habitat dari kera hidung panjang / Bekantan, Bekantan sendiri merupakan maskot fauna provinsi Kalimantan Selatan. Pulau ini terletak di tengah-tengah sungai Barito, sehingga kawasan ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Barito Kuala. Selain Bekantan, di Pulau Kaget juga terkenal adanya satwa burung.

4. Amuntai dan Balikpapan

Kota Balikpapan

Amuntai adalah ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Utara, maskot kota Amuntai yaitu Patung Itik Alabio. Balikpapan sendiri mempunyai maskot Beruang Madu yang berada di ambang kepunahan. Balikpapan sering di sebut Kota Minyak (Banua Putra), sebagai penghasil minyak kota Balikpapan terkenal dengan biaya ter-mahal di Indonesia. 
Sisi lain dari kota Amuntai dan Balikpapan tersimpan keunikan dalam pemeliharaan kerbau rawa yang dibiarkan bebas berkeliaran, di samping itu terdapat pula penangkaran buaya.

5. Samarinda

Kota Samarinda

Samarinda tempo dulu merupakan salah satu wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, sekarang Samarinda menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Banyak wisata yang di tawarkan dari kota yang terkenal dengan maskot Pesut Mahakam ini (punah dan butuh pelestarian), mulai dari wisata alam berupa Air terjun Tanah Merah, Air terjun Berambai dan banyak lagi lainnya.

Wisata budaya, wisatawan bisa mengunjungi Desa Budaya Pampang. Atraksi yang di peragakan dari suku Dayak Kenyah. Sedangkan, wisata religi yang terkenal yaitu Masjid Shiratal Mustaqiem (masjid tertua di Samarinda).

6. Tanjung Kutai

Peta lokasi Kutai Kartanegara

Tanjung Kutai terkenal dengan kayu ulin yang kuat bisa juga disebut kayu besi. Kayu ulin merupakan tanaman khas Kalimantan, dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.

7. Pulau Maratua

Pulau Maratua tampak atas (Google_Map)

Pulau Maratua merupakan pulau yang termasuk dalam daerah provinsi Kalimantan Timur dan dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Berau. Pulau Maratua merupakan bagian dari kepulauaun dari Kepulauan Derawan yang masuk dalam kawasan segitiga terumbu karang, sehingga memiliki kekayaan aneka ragam hayati laut. Pulau-pulau tetangga Maratua juga memiliki keindahan bawah laut yang menarik untuk dijelajahi.

Ayo... Segera nikmati keindahan Bumi Borneo dengan keamanan dan kenyamanan Daihatsu Terios.
Semoga indahnya alam Indonesia dapat di nikmati langsung oleh penulis, salam buat Bumi Borneo. Terimakasih atas kunjungannya :)


Sabtu, 11 Juli 2015

Puisi : Kehabisan Kata

Kehabisan Kata


Oleh :
Syamsul ma'arif




Aku Kehabisan kata untukmu
Yang bisa kukatakan
"Aku mencintaimu"


Rembang, 11 Juni 2015

Jumat, 03 Juli 2015

Puisi : Berhenti Berdiri

Berhenti Berdiri



Oleh :
Syamsul ma'arif


Dahan pohon mulai bersemi
Saat-saat kritis disirami
Memberikan kesegaran bagi batang
Memberi kekuatan bagi akar

Ketika malam, pohon tertidur lelap
Percaya akan hadirnya
Percaya akan dijaga
dan...
Percaya embun akan menyegarkan pagi harinya

Senja pagi tiba,
Matahari bersinar
Menerangi dahan dan batang
Akar yang segar karena kepercayaan

Mentari siang terlihat di atas awan
Pohon tua sadar,
Embun pagi menguap kepanasan
Membuat lemas tak terelakkan

Bertahan...
Sudah terlalu lama pohon tua bertahan,
Senja sore menyapa,
dan...
Layulah daun hijau yang menjadi hiasan

Karena "dia" tak menginginkan,
Berhenti berdiri!
Embun pagi telah pergi,
Kini tinggallah pohon meratapi atau tetap berdiri

Menanti embun lagi di pagi hari.



Semarang, 03 Juli 2015

Kamis, 02 Juli 2015

Puisi : Andai Sekali 2 kali



Andai Sekali 2 Kali

Oleh :
Syamsul ma'arif


Pikirku, dahan ini mulai bersemi
Pikirku, dirimu masih mencintai
 
 Pikirku, mentari kan ku temui esok hari
Pikirku, kau kan sadar dan tak terulangi

Saat ranting berjatuhan
Pohon tak kuasa menahan
Akar menjadi tambatan
dan....
Tanah menjadi pijakan

Rasa percaya yang kuberikan
Tak sepadan dengan apa yang kau ucapkan
Janji dan impian, diselaraskan dengan tindakan
Semua cita-cita dan rasa sekarang menjadi angan,
kenangan,
dan...
Aku merasa dirimu menghilang,

 Andai, sekali 2 kali....
Ternyata sekali kumelihat...
Kumerasakan,....
Bergemetaran tubuh ini, tak kuasa menahan pilu yang terjadi
Serasa jiwa ini pergi,

Pohon mencoba bertahan,
Percaya kuasa Tuhan daun kan bersemi

Andai, sekali 2 kali...
Ke 2 kali,
kucoba mengerti, meski menahan rasa ini
Andai, sekali 2 kali...
 Ternyata, bukan sekali 2 kali
dibelakang engkau pergi dengan lain pria

Bumi Ibarat Rasa
Sebagai pijakan...
Mengharapkan kembali bersemi,
Namun, apalah arti bertahan, bila engkau tak mencintai

Aku memilih BERHENTI.


Semarang, 2 Juli 2015

Kamis, 18 Juni 2015

Sudah ya? Pemainnya capek, dramamu selesaikan sendiri saja!


Sebuah drama penuh cerita, satunya buta satunya tuli. Saling mencintai dan mempunyai ikatan dengan komitmen yang dibangun dengan dasar kepercayaan. Pria itu buta, buta karena melihat kecantikan wajah dan kecantikan hatinya saat dia melihat tatapan pertamanya. Wanita itu tuli, tuli dengan keadaan karena sering dimanjakan.
Pria buta mengorbankan semua yang dia bisa untuk wanita tuli, pertama kalinya dibulan puasa tepatnya seminggu setelah puasa tahun pertama mereka kenal. Pria itu buta karena pesona wanita, tak di elakkan, perasaan yang terpendam ia katakan di awal malam kepada wanita itu.
Awal drama mulai tercipta di sajikan penuh cinta, pikir pria buta. Wanita itu mulai membuat drama tentang sandiwara cinta, penuh dengan aturan yang harus di ikuti oleh pria buta. Tanpa ada yang tau, bersembunyi dibalik batu dan waktu. Seminggu setelah itu, pria itu merasa tidak spesial dihadapannya. Merasa ada yang kurang hubungan tanpa perhatian, pria buta berontak ingin mendapatkan hal yang spesial sepele itu. Namun, apa daya? Wanita berkuasa dalam menentukan drama.
Menginginkan pisah, iya. Si wanita ingin berpisah tidak ada hubungan lagi dengan pria buta. Seperti halilintar menyambar, pria buta tertegun kaget tanpa kata tak berdaya untuk melangkah ke dunia. Hanya hujan air mata pertama karena wanita. Siang itu terasa sesak di dada, tak bertenaga, tergeletak lemas seperti tak bernyawa. Malamnya, ternyata ada suara jalak yang merdu dari wanita “aku hanya menguji cintamu padaku,” tenanglah si pria, dia tersenyum kembali seperti balon di isi udara lagi.
Waktu bergulir cepat, tepat 3 bulan. Si pria merasakan keanehan dari wanita, dia mencoba berkata. Namun, sayangnya wanita itu tuli. Tuli terhadap perkataan pria buta, tak menganggap, tak menghiraukan, tanpa memperdulikan. Seperti suara udara yang berhembus begitu saja anggap wanita tuli itu.
Pisahlah mereka, bisa jadi itu skenario atau memang naskah yang dipersiapkan wanita tuli itu. Seminggu setelah perpisahan, ternyata wanita itu tergoda oleh pria lainnya, yang sebelumnya telah berhubungan dengannya. Pria buta mulai tak percaya wanita tuli, tapi apa daya kalau cinta dan hati mulai berkata. Lemah lembut penuh dengan sentuhan yang dikatakan wanita itu, sebulan kemudian dia jadian dan bersama lagi.
Pria itu buta, buta karena wanita yang dicintainya. Tak memandang apa yang terjadi dibelakang, berfikir positif karena itu menyenangkan dan membuat hati tenang.
Bergulirnya waktu, pria buta telah lulus dari sekolah. Sedangkan, wanita itu masih kelas akhir sebelum memasuki ke jenjang selanjutnya. Hubungan jarak jauh, atau biasa disebut dengan istilah LDR. LDR membuat hubungan mereka mesra, tanpa mengenal waktu pria itu benar-benar buta. Dia tegila-gila oleh wanita tuli itu. Sangat percaya, tanpa mengetahui apa yang ada. Ketika waktu bergerak, wanita mulai memasuki jenjang selanjutnya. Pengorbanan dari kedua sejoli itu membuahkan hasil yang memuaskan. Wanita itu mendapatkan apa yang ia idamkan.
Tapi, sebelum mendapatkan itu. Perjuangan atau memang bisa disebut sebuah kerjasama untuk mendapatkan yang ia tuju. Pria itu buta, tanpa melihat kebelakang, melihat apa yang akan datang. Bagaimanapun, perjalanan akan menyenangkan karena di sampingnya ada wanita yang memberi senyuman tulus dengan penuh keikhlasan (semoga saja). Sebelum berangkat menuju pendaftaran, ada kejadian yang tidak di inginkan diperjalanan, ban bocor sebelum melewati kota pertama. Menunggu lama, namun terasa sebentar karena di iringi dengan bincang yang menyenangkan. Ramainya jalanan membuat hati senang, karena sebentar lagi akan sampai di tempat tujuan. Tapi, apalah daya ujian masih menghadang, ban bocor di siang hari dengan sengatan matahari terik kala itu. Menunggu sejenak, tukang tambal ban menambal. Perjalanan dilanjutkan, hari mulai sore namun musibah tak di duga menghampiri. Ban kempes ditengah perjalanan dan di saat laju motor lumayan kencang. Pria buta hanya bisa berusaha dan berdoa supaya tidak terjadi apa-apa, seakan merasa kuat karena ada orang yang ia cintai dibelakangnya. Alkhamdulillah dalam hatinya karena bisa selamat dan di dekatnya terdapat tukang tambal ban. Apa dikata, ban dalam pecah harus diganti tak semudah itu, ternyata ban yang cocokpun tak ditemui. Akhirnya mereka berjalan menyisiri jalan berharap ada seseorang yang membantu dan berbelas kasihan.
Adzan maghrib sudah berkumandang, berhenti sejenak menunaikan shalat untuk ketenangan jiwa dan batin. Berdoa di jalan depan ada orang yang berkenan membantu. Perjalanan di lanjutkan, berjalan kaki dengan senyuman karena ada penyemangat disampingnya, pikir pria buta itu. Syukurlah, setelah jalan beberapa KM ada yang mau membantu, meski bannya tidak sesuai dengan standart.
Sudah ya, tadi itu sepenggal cerita perjuangan dan pengorbanan untuk menunjukkan tulusnya pria buta. Kembali ke drama, pria buata sadar, hidup dikota penuh dengan resiko yang nantinya di hadapi. Disini, di  kota kecil drama wanita tuli itu mulai di terapkan lagi, mulai memainkan pria buta. Ya, pria buta. Pria itu buta karena cinta, buta karena kepercayaan yang mendalam terhadapnya, buta akan dunia karena menaru hati padanya.
Ya, wanita itu mulai membuat skenario dan drama baru untuk melanjutkan episode yang berlalu ketika sudah menginjak semester 2 kala itu. Di mulai dari sifat yang berubah, rasa keistimewaan yang mulai sirnah, dan kepercayaan mulai dia cuci dengan kesenangan belaka. Mengenal sosok yang lebih baik dari pria buta, disini wanita itu mulai benar-benar tuli. Wanita itu tuli, tuli terhadap apa yang dinasihatkan oleh pria buta, tuli tak merawat apa yang ada, dan tuli tak mempedulikan pria buta itu lagi.
Malam minggu tiba, pria buta ingin sekali mengajak wanita tuli itu untuk berjalan bareng untuk merekatkan hubungan yang renggang. Tapi apa daya, satu hari tanpa kabar dan berita wanita tuli itu muncul tiba-tiba dikala pria buta itu makan dengan merasakan hadirnya wanita tuli, hadirlah wanita tuli itu. Wanita itu benar-benar tuli, tuli kalau dia mendengarkan perkataan pria buta, tuli terhadap apa saja yyang dilakukan pria buta itu. Digandenggnya seorang pria lain, wanita tuli muncul terlihat seperti hantu yang besar sehingga  membuat denyut nadi pria buta itu berhenti. Nafas tersengal-sengal. Tak tertahan apa yang ia rasakan.

Ternyata drama wanita tuli masih dilanjutkan. Pria buta mulai memahami keadaan, bahwa dia sedang dipermainkan. Lalu ia mencoba memberi kenangan terbaik untuk wanita tuli, dan berkata dalam hatinya “Sudah ya? Pemainnya capek, dramamu selesaikan sendiri saja!”

Rabu, 07 Januari 2015

Padang Edelweiss Sindoro

Hamparan Padang Edelweiss Sindoro


              Sindoro merupakan gunung yang memiliki ketinggian 3153 MDPL, banyak pendaki yang menjadikan gunung ini sebagai tujuan pendakian, salah satu alasan yang menjadikan gunung Sindoro terkenal yaitu dengan adanya hamparan padang edelweiss yang luas. Jika pendaki beruntung maka akan ada pemandangan indah dari  hamparan edelweiss yang mekar.
              Beberapa minggu lalu tepatnya pada tanggal 21 Desember 2014 kami melakukan pendakian dan menyaksikan indahnya alam yang tersimpan di gunung sindoro, tentang adanya padang edelweiss, padang edelweis di Sindoro bertempat dengan tanah yang miring. Karena diatas padang edelweiss terdapat puncak gunung.
              Terimakasih, semoga menyerahkan hari anda, :)

Selasa, 17 Desember 2013

Sinopsis Sang Kiai (2013)

Sang Kyai the Movie 2013 Bioskop
Sinopsis dan Plot Cerita Sang Kiai (2013)
Kisah tentang penjajahan Jepang Tahun 1942 yg melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat Indonesia untuk melakukan Sekerei. Tokoh besar agamis saat itu "KH Hasyim Asyari" menolak melakukan Sekerei karena tindakan itu menyimpang dari aqidah agama Islam. Sebagai umat Islam hanya boleh menyembah kepada Allah SWT. Karena tindakan berani itu, KH Hasyim Asyari ditangkap Jepang.  Salah satu santri KH Hasyim Asyari "Harun", menghimpun kekuatan santri untuk melakukan demo menuntut kebebasan KH Hasyim Asyari. Tapi cara tersebut malah menambah korban berjatuhan. Sedangkan salah satu putranya "KH Wahid Hasyim", mencari jalan damai dan berhasil memenangkan diplomasi yang berhasil membebaskan KH Hasyim Asyari.

Sutradara dan Pemain Sang Kiai
Sutradara : Rako Prijanto
Pemain : Dimas Aditya - Royhan Hidayat - Ikranagara - Christine Hakim - Agus Kuncoro - Adipati Dolken - Meriza Febriyani

Senin, 19 Agustus 2013

KISAH SUNAN GUNUNG JATI ( SYARIF HIDAYATULLAH )

Sepetik cerita Sunan Gunung Jati

Assalamualaikum, wr.wb
sahabat blogger semua, berikut seputar cerita tentang sunan Gunung Jati.
Dalam usia yang begitu muda Syarif Hidayatullah ditinggal mati oleh ayahandanya. Ia ditunjuk untuk menggantikan kedudukannya sebagai Raja Mesir tapi anak yang masih berusia dua puluh tahun itu tidak mau. Dia dan ibunya bermaksud pulang ke tanah jawa berdakwah di Jawa Barat. Kedudukan ayahnya itu kemudian diberikan kepada adiknya yaitu Syarif Nurullah.

Sewaktu berada di negeri Mesir Syarif Hidayatullah berguru kepada beberapa ulam besar didaratan timur tengah. Dalam usia muda itu ilmunya sudah sangat banyak, maka ketika pulang ke tanah leluhurnya yaitu Jawa ia tidak merasa kesulitan melakukan dakwah.

Perjuangan Sunan Gunung Jati


Sering kali terjadi kerancuan antara nama Fatahillah dengan Syarif Hidayatullah yang bergelar Sunan Gunung Jati. Orang menganggap Fatahillah dan Syarif Hidayatullah adalah satu, tetapi yang benar adalah dua orang. Syarif Hidayatullah cucu Raja Pajajaran adalah seorang penyebar Islam di Jawa Barat yang kemudian disebut Sunan Gunung Jati. Sedangkan Fatahillah adalah seorang pemuda Pasai yang dikirim Sultan Trenggana membantu Sunan Gunung Jati berperang melawan Portugis. Bukti bahwa Fatahillah bukan Sunan Gunung Jati adalah makam dekat Sunan Gunung Jati yang ada tulisan Tubagus Pasai adalah Fathullah atau Fatahillah atau Faletehan menurut Lidah Orang Portugis......


Syarif Hidayatullah dan ibunya Syarifah Muda’im datang ke negeri Caruban Larang Jawa Barat pada tahun 1475 sesudah mampir dahulu di Gujarat dan Pasai untuk menambah pengalaman. Kedua orang itu disambut gembira oleh Pangeran Cakrabuana dan keluarganya. Syekh Datuk Kahfi sudah wafat, guru Pangeran Cakrabuana dan Syarifah Muda’im itu dimakamkan di Pasambangan. Dengan alasan agar selalu dekat dengan makam gurunya. Syarifah Muda’im minta diizinkan tinggal di Pasambangan atau Gunung Jati.

Syarifah Muda’im dan puteranya Syarif Hidayatullah meneruskan usaha Syekh Datuk Lahfi. Sehingga kemudian hari Syarif Hidayatullah terkenal sebagai Sunan Gunung Jati. Tibalah saat yang ditentukan, pangeran Cakrabuana menikahkan anaknya yaitu Nyi Pakungwati dengan Syarif Hidayatullah. Selanjutnya yaitu pada tahun 1479 karena usia lanjut pangeran Cakrabuana menyerahkan kekuasaan negeri Caruban kepada Syarif Hidayatullah dengan gelar Susuhan yaitu orang yang dijunjung tinggi.

Disebutkan, pada tahun pertama pemerintahannya Syarif Hidayatullah berkunjung ke Pajajaran untuk mengunjungi kakeknya yaitu Prabu Siliwangi. Sang Prabu diajak masuk Islam kembali tetapi tidak mau. Meski Prabu Siliwangi tidak mau masuk Islam, dia tidak menghalangi cucunya menyiarkan agama Islam di wilayah Pajajaran.

Syarif Hidayatullah kemudian melanjutkan perjalanannya ke Serang. Penduduk Serang sudah ada yang masuk Islam dikarenakan banyaknya saudagar dari Arab dan Gujarat yang sering singgah ke tempat itu. Kedatangan Syarif Hidayatullah disambut baik oleh Adipati Banten. Bahkan Syarif Hidayatullah dijodohkan dengan puteri Adipati Banten yang bernama Nyi Kawungten. Dari perkawinannya inilah kemudian Syarif Hidayatullah dikaruniai dua orang putera yaitu Nyi Ratu Winaon dan Pangeran Sebakingking. Dalam menyebarkan agama Islam di tanah jawa, Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati tidak bekerja sendirian, beliau sering bermusyawarah dengan anggota para wali  lainnya di mesjid Demak. Bahkan disebutkan beliau juga membantu berdirinya mesjid Demak.

Dari pergaulannya dengan Sultan Demak dan para wali lainnya ini akhirnya Syarif Hidayatullah mendirikan Kesultanan Pakungwati dan ia memploklamirkan diri sebagai raja yang pertama dengan gelar Sultan. Dengan berdirinya Kesultanan tersebut Cirebon tidak lagi mengirim upeti kepada Pajajaran yang biasanya disalurkan lewat Kadipaten Galuh.

Dengan bergabungnya prajurit dan perwira pilihan ke Cirebon maka makin bertambah besarlah pengaruh Kesultanan Pakungwati. Daerah-daerah lain seperti: Surakanta, Japura, Wanagiri, Telaga dan lain-lain menyatakan diri menjadi wilayah Keslutanan Cirebon. Lebih-lebih dengan diperluasnya Pelabuhan Muara Jati, makin bertambah besarlah Kasultanan Cirebon. Banyak pedagang besar dari negeri asing datang menjalin persahabatan. Diantaranya dari negeri Tiongkok. Salah seorang keluarga istana Cirebon kawin dengan pembesar dari negeri Cina yang berkunjung ke Cirebon yaitu Ma Huan. Maka jalinan antara Cirebon dan negeri Cina makin erat.

Bahkan Sunan Gunung Jati pernah diundang ke negeri Cina dan kawin dengan puteri Kaisar Cina bernama puteri Ong Tien. Kaisar Cina pada saat itu dari dinasti Ming juga beragama Islam. Dengan perkawinan itu sang Kaisar ingin menjalin erat hubungan baik antara Cirebon dan negeri Cina, hal ini ternyata menguntungkan bangsa Cina untuk dimanfaatkan dalam dunia perdagangan.

Sesudah kawin dengan Sunan Gunung Jati, puteri Ong Tien diganti namanya menjadi Nyi Ratu Rara Semanding. Kaisar ayah puteri Ong Tien ini membekali puterinya dengan harta benda yang tidak sedikit. Sebagian besar barang-barang peninggalan puteri Ong Tien yang dibawa dari negeri Cina itu sampai sekarang masih ada dan tersimpan di tempat yang aman. Istana dan Mesjid Cirebon kemudian dihiasi lagi dengan motif-motif hiasan dinding dari negeri Cina.

Mesjid Agung Sang Ciptarasa dibangun pada tahun 1980 atas prakarsa Nyi Ratu Pakungwati atau isteri Sunan Gunung Jati. Dari pembangunan mesjid itu melibatkan banyak pihak, diantaranya Wali Songo dan sejumlah tenaga ahli yang dikirim oleh Raden Patah. Dalam pembangunan itu Sunan Kalijaga mendapat penghormatan untuk mendirikan Soko Tatal sebagai lambang persatuan umat. Selesai membangun mesjid, diteruskan dengan membangun jalan raya yang menhubungkan Cirebon dengan daerah-daerah Kadipaten lainnya untuk memperluas pengembangan Islam diseluruh tanah pasundan. Prabu Siliwangi hanya bisa menahan diri atas perkembangan wilayah Cirebon yang semakin luas itu. Bahkan wilayah Pajajaran sendiri sudah semakin terhimpit.

Pathak Warak menyumpah-nyumpah, hatinya marah sekali diperlakukan seperti itu. Apalagi dilihatnya para tamu undangan menertawakan kekonyolan itu, diapun semakin malu. Hampir saja Roroyono ditamparnya kalau tidak ingat bahwa gadis itu adalah puteri gurunya.

Pada tahun 1511 Malaka diduduki oleh bangsa Portugis. Selanjutnya mereka ingin memperluas kekuasaannya ke pulau jawa. Pelabuhan sunda kelapa yang jadi incaran mereka untuk menancapkan kuku penjajahan. Demak Bintoro tahu bahaya besar yang mengancam kepulauan nusantara. Oleh karena itu Raden Patah mengirim adipati Unus atau Pangeran Sabrang Lor untuk menyerang Portugis di Malaka. Ada salah seorang pejuang Malaka yang ikut ke tanah jawa yaitu Fatahillah. Ia bermaksud meneruskan perjuangannya di tanah jawa. Dan dimasa Sultan Trenggana ia diangkat menjadi panglima perang.

Pengalaman adalah guru yang terbaik, dari pengalamannya bertempur di Malaka tahulah Fatahillah titik-titik lemah tentara dan siasat Portugis. Itu sebabnya dia dapat memberi komando dengan tepat dan setiap serangan Demak-Cirebon selalu membawa hasil gemilang. Akhirnya Portugis dan Pajajaran kalah, Portugis kembali ke Malaka, sedang tentara Pajajaran cerai berai tak menentuk arahnya.

Selanjutnya Fatahillah ditugaskan mengamankan Banten dari gangguan para pemberontak yaitu sisa-sisa pasukan Pajajaran. Usaha ini tidak menemui kesulitan karena Fatahillah dibantu putera Sunan Gunung Jati yang bernama Pangeran Sebakingking. Dikemudian hari Pangeran Sebakingking ini menjadi penguasa Banten dengan gelar Pangeran Hasanuddin.

Kurang lebih sekitar tahun 1479, Sunan Gunung Jati pergi ke daratan Cina dan tinggal didaerah Nan King. Di sana ia digelari dengan sebutan Maulana Insanul Kamil.

Daratan Cina sejak lama dikenal sebagai gudangnya ilmu pengobatan, maka disanalah Sunan Gunung Jati juga berdakwah dengan jalan memanfaatkan ilmu pengobatan. Beliau menguasai ilmu pengobatan tradisional. Disamping itu , pada setiap gerakan fisik dari ibadah Sholat sebenarnya merupakan gerakan ringan dari terapi pijat atau akupuntur, terutama bila seseorang mau mendirikan Sholat dengan baik, benar lengkap dengan amalan sunah dan tuma’ninahnya. Dengan mengajak masyarakat Cina agar tidak makan daging babi yang mengandung cacing pita, dan giat mendirikan sholat lima waktu, maka orang yang berobat kepada Sunan Gunung Jati banyak yang sembuh sehingga nama Gunung Jati menjadi terkenal di seluruh daratan Cina.

Di negeri naga itu Sunan Gunung Jati berkenalan dengan Jenderal Ceng Ho dan sekretaris kerajaan bernama Ma Huan, serta Feis Hsin, ketiga orang ini sudah masuk Islam. Pada suatu ketika Sunan Gunung Jati berkunjung ke hadapan kaisar Hong Gie, pengganti kaisar Yung Lo dengan puteri kaisar yang bernama Ong Tien. Menurut versi lain yang mirip sebuah legenda, sebenarnya kedatangan Sunan Gunung Jati di negeri Cina adalah karena tidak sengaja. Pada suatu malam, beliau hendak melaksanakan sholat tahajjud. Beliau hendak sholat di rumah tetapi tidak khusu’ lalu beliau sholat di mesjid, di mesjid juga belum khusu’. Beliau heran padahal bagi para wali, sholat tahajjud itu adalah kewajiban yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kemudian Sunan Gunung Jati sholat diatas perahu dengan khusu’. Bahkan dapat tidur dengan nyenyak setelah sholat dan berdo’a.

Ketika beliau terbangun beliau merasa kaget. Daratan pulau jawa tidak nampak lagi. Tanpa sepengetahuannya beliau telah dihanyutkan ombak hingga sampai ke negeri Cina. Di negeri Cina beliau membuka praktek pengobatan. Pendudu Cina yang berobat disuruhnya melaksanakan sholat. Setelah mengerjakan sholat mereka sembuh. Makin hari namanya makin terkenal, beliau dianggap sebagai sinshe yang berkepandaian tinggi terdengar oleh kaisar. Sunan Gunung Jati dipanggil keistana, kaisar hendak menguji kepandaian Sunan Gunung Jati sebagai tabib dia pasti dapat mengetahui mana seorang yang hamil muda atau belum hamil.

Dua orang puteri kaisar disuruh maju. Seorang diantara mereka sudah bersuami dan sedang hamil muda atau baru dua bulan. Sedang yang seorang lagi masih perawan namun perutnya diganjal dengan bantal sehingga nampak seperti orang hamil. Sementara yang benar-benar hamil perutnya masih kelihatan kecil sehingga nampak seperti orang yang belum hamil. Hai tabib asing, mana diantara puteriku yang hamil? Tanya kaisar.

Sunan Gunung Jati diam sejenak. Ia berdoa kepada Tuhan.

Hai orang asing mengapa kau diam? Cepat kau jawab! Teriak kaisar Cina.

Dia! Jawab Sunan Gunung Jati sembari menunjuk puteri Ong Tien yang masih Perawan. Kaisar tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban itu. Demikiann pula seluruh balairung istana kaisar.

Namun kemudian tawa mereka terhenti, karena puteri Ong Tien menjerit keras sembari memegangi perutya.

Ayah! Saya benar-benar hamil.

Maka gemparlah seisi istana. Ternyata bantal diperut Ong Tien telah lenyap entah kemana. Sementara perut puteri cantik itu benar-benar membesar seperti orang hamil.

Kaisar menjadi murka. Sunan Gunung Jati diusir dari daratan Cina. Sunan Gunung Jati menurut, hari itu juga ia pamit pulau ke pulau jawa. Namun puteri Ong Tien ternyata terlanjur jatuh cinta kepada Sunan Gunung Jati maka dia minta kepada ayahnya agar diperbolehkan menyusul Sunan Gunung Jati ke pulau Jawa.

Kaisar Hong Gie akhirnya mengijinkan puterinya menyusul Sunan Gunung Jati ke pulau Jawa. Puteri Ong Tien dibekali harta benda dan barang-barang berharga lainnya seperti bokor, guci emas dan permata. Puteri cantik itu dikawal oleh tiga orang pembesar kerajaan yaitu Pai Li bang seorang menteri negara. Lie Guan Chang dan Lie Guan Hien. Pai Li Bang adalah salah seorang murid Sunan Gunung Jati tatkala beliau berdakwah di Cina.

Dalam pelayarannya ke pulau jawa, mereka singgah di kadipaten Sriwijaya. Begitu mereka datang para penduduk menyambutnya dengan meriah sekali. Mereka merasa heran.

Ada apa ini? Pai Li Bang bertanya kepada tetua masyarakat Sriwijaya.

Tetua masyarakat balik bertanya. Siapa yang bernama Pai Li Bang?

Saya sendiri, jawab Pai Li Bang.

Kontan Pai Li Bang digotong penduduk diatas tandu. Dielu-elukan sebagai pemimpin besar. Dia dibawa ke istana Kadipaten Sriwijaya.

Setelah duduk dikursi Adipati, Pai Li Bang bertanya, sebenarnya apa yang terjadi?

Tetua masyarakat itu menerangkan. Bahwa adipati Ario Damar selaku pemegang kekuasaan Sriwijaya telah meninggal dunia. Penduduk merasa bingung mencari penggantinya, karena putera Ario Damar sudah menetap di Pulau Jawa. Yaitu Raden Fatah dan Raden Hasan.

Dalam kebingungan itulah muncul Sunan Gunung Jati, beliau berpesan bahwa sebentar lagi akan datang rombongan muridnya dari negeri Cina, namanya Pai Li Bang. Muridnya itulah yang pantas menjadi pengganti Ario Damar. Sebab muridnya itu adalah seorang menteri negara di negeri Cina.

Setelah berpesan begitu Sunan Gunung Jati meneruskan pelayarannya ke pulau jawa. Pai Li Bang memang muridnya. Dia semakin kagum dengan gurunya yang ternyata mengetahui sebelum kejadian, tahu kalau dia bakal menyusul ke pulau jawa. Pai Li Bang tidak menolak keinginan gurunya, dia bersedia menjadi adipati Sriwijaya. Dalam pemerintahannya Sriwijaya maju pesat sebagai kadipaten yang paling makmur dan aman. Setelah Pai Li Bang meninggal dunia maka nama kadipaten Sriwijaya diganti menjadi nama kadipaten Pai Li Bang, dalam perkembangannya karena proses pengucapan lidah orang Sriwijaya maka lama kelamaan kadipaten itu lebih dikenal dengan sebutan Palembang hingga sekarang.

Sementara itu puteri Ong Tien meneruskan pelayarannya hingga ke pulau jawa. Sampai di Cirebon dia mencari Sunan Gunung Jati, tapi Sunan Gunung Jati sedang berada di Luragung. Puteri itupun menyusulnya. Pernikahan antara puteri Ong Tien denga Sunan Gunung Jati terjadi pada tahun 1481, tapi sayang pada tahun 1485 puteri Ong Tien meninggal dunia. Maka jika anda berkunjung ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon jangan lah merasa heran disana banyak ornamen cina dan nuansa cina lainnya. Memang ornamen dan barang-barang antik itu berasal dari cina.

Wali songo selalu bermusyawarah apabila menghadapi suatu masalah pelik yang berkembang di masyarakat. Termasuk kebijakan dakwah yang mereka lakukan kepada masyarakat jawa.

Mula-mula sunan Ampel tidak setuju atas cara dakwah yang dilakukan Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang. Namun Sunan Kudus mengajukan pedapatnya. Saya setuju dengan pendapat Sunan Kalijaga, bahwa adat istiadat lama yang masih bisa diarahkan kepada agama tauhid maka kita akan memberikannya warna Islami. Sedang adat dan kepercayaan lama yang jelas-jelas menjurus ke arah kemusyrikan kita tinggal sama sekali. Sebagai misal, gamelan dan wayang kulit, kita bisa memberinya warna Islam sesuai dengan selera masyarakat. Adapun tentang kekuatiran kanjeng Sunan Ampel, saya mempunyai keyakinan bahwa dibelakang hari akan ada orang yang menyempurnakannya.

Adanya dua pendapat yang seakan bertentangan tersbut sebanarnya mengandung hikmah. Pendapat Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus ada benarnya yaitu agar Islam cepat diterima oleh orang jawa, dan ini terbukti, dikarenakan dua wali tersebut pandai mengawinkan adat istiadat lama yang dapat ditolerir Islam maka penduduk jawa banyak yang berbondong-bondong masuk agama Islam. Pada prinsipnya mereka mau menerima Islam dengan lebih dahulu dan sedikit  demi sedikit kemudian mereka akan diberi pengertian akan kebersihan tauhid dalam iman mereka.

Sebaliknya, adanya pendapat Sunan Ampel yang menginginkan Islam harus disiarkan dengan murni dan konsekuen juga mengandung hikmah kebenaran yang hakiki, sehingga membuat umat semakin berhati-hari menjalankan syariat agama secara benar dan bersih dari segala macam bid’ah. Inilah jasa Sunan Ampel yang sangat besar, dengan peringatan inilah beliau telah menyelamatkan aqidah umat agar tidak tergelincitr ke lembah musyrik.

Sabtu, 04 Mei 2013

Biografi Umar bin Khattab

                                                                        == Biografi==

Umar dilahirkan di kota [[Mekkah]] dari suku Bani Adi, salah satu rumpun suku [[Quraisy]], suku terbesar di kota [[Mekkah]] saat itu. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim, dari marga Bani Makhzum.<ref name="SejarahIslam">{{cite book | last=Ja'farian | first=Rasul | authorlink=Rasul Ja'farian | year=[[2003]] | title=Sejarah Islam : sejak wafat Nabi SAW hingga runtuhnya Dinasti Bani Umayah (11 - 132 H)| edition= | publisher=Lentera | id=ISBN 979-3018-77-1 }}</ref> Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad S.A.W. yaitu ''Al-Faruk'' yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan.

Keluarga Umar tergolong dalam keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis, yang pada masa itu merupakan sesuatu yang langka. Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.

Sebelum memeluk Islam, Umar adalah orang yang sangat disegani dan dihormati oleh penduduk Mekkah, sebagaimana tradisi yang dijalankan oleh kaum [[jahiliyah]] Mekkah saat itu, Umar juga mengubur putrinya  hidup-hidup sebagai bagian dari pelaksanaan adat [[Mekkah]] yang masih barbar. Setelah memeluk [[Islam]] di bawah [[Muhammad|Nabi Muhammad S.A.W.]], Umar dikabarkan menyesali perbuatannya dan menyadari kebodohannya saat itu sebagaimana diriwayatkan dalam satu [[hadits]] '' "Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku".''

Umar juga dikenal sebagai seorang peminum berat, beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam, Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi seorang Muslim, ia tidak menyentuh [[Minuman beralkohol|alkohol]] sama sekali, meskipun belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara tegas.

Kamis, 20 Desember 2012

PERJALANAN UNGU BAND DI INDONESIA

SEJARAH PERJALANAN UNGU BAND Perjalanan UNGU 10 tahun… UNGU? Kenapa?Kenapa tidak? Itu jawaban kita sewaktu ditanya oleh orang-orang di sekitar kita. Nama UNGU sendiri kita sebutkan secara tiba-tiba ketika ditanya oleh seorang MC di sebuah event. Kita ingin orang-orang mengingat dengan mudah dan cepat menempel di otak, jadilah kami memberi nama band ini UNGU! Sejarah Awal mulanya UNGU terbantuk…… UNGU?UNGU terbentuk dengan sendirinya. Awalnya kita dari band yang berbeda, kebetulan sering latihan di studio yang sama dan akhirnya nge-jam bareng. Tidak hanya di studio, konsep nge-jam bareng ini dibawa juga ke panggung-panggung kecil sampai ke acara pensi sekolah di sekitar Tebet. Disitulah kita menemukan nama UNGU. Bongkar pasang personil UNGU atw tukar menukar ersonil UNGU yang terus menerus….. Bongkar pasang personil?Mungkin tidak bisa dibilang bongkar pasang personil…. Hanya saja memang waktu itu personil UNGU berasal dari band yang berbeda-beda, jadi tidak heran kalau pada akhirnya mereka kembali lagi ke band asalnya. Barulah pada tahun 2000, UNGU punya personil tetap yaitu PASHA (vokal), ENDA (gitar), MAKKI (bass) dan ROWMAN (drum). ONCY (gitar) baru bergabung dengan UNGU setelah album pertama kita dirilis di tahun 2002. LAGUKU, album perdana UNGU?LAGUKU adalah album pertama UNGU yang dirilis tanggal 6 Juli 2002. Tapi sebelumnya, UNGU ikut mengisi 2 lagu di album kompilasi KLIK bersama Lakuna, Borneo, Piknik dan Energy. 2 lagu tersebut adalah Hasrat dan Bunga. 2 lagu ini pula lah yang kemudian memicu semangat UNGU untuk memiliki album sendiri. Menciptakan semua lagu dengan sendiri,semua lagu yang diciptakan UNGU rata-rata berasal dari pengalaman pribadinya….. Semua lagu diciptakan sendiri?Dari awal UNGU naik panggung, kita selalu membawakan lagu-lagu yang diciptakan sendiri. Beruntung kita produktif dalam menciptakan lagu. Dan kita senang karena lagu-lagu yang kita ciptakan ternyata mampu diterima di telinga pendengarnya. Setelah album LAGUKU?Nggak nyangka! Pertama kita senang karena akhirnya punya album. Kedua karena single pertama “BAYANG SEMU” menjadi ost. sinetron ABG yang pada waktu itu tayang di RCTI mampu membawa UNGU berkeliling ke berbagai kota di Indonesia. Sepanjang tahun itu, UNGU tampil di hampir 100 panggung! UNGU band sedang merencanakan untuk merilis album kedua… Lalu?Kita mulai memikirkan album kedua. Materi album kedua mulai kita kumpulkan selama perjalanan tour ke seluruh Indonesia. Berat memang, kadang jenuh, apalagi ternyata deadline semakin dekat. Jadi lah UNGU bikin lagu dimana saja kita bisa. Di bis, pesawat, kapal, sepanjang perjalanan kita usahakan untuk menciptakan lagu. Jadi kapan album kedua dirilis?Judulnya kejar tayang… Album kedua dikerjakan dalam waktu yang lumayan singkat, cukup 3 minggu. Kerja keras memang, sering tidur di studio Hijau, telat makan karena ngejar jadwal take, tapi semua itu terbayar dengan selesainya album kedua kita, TEMPAT TERINDAH yang kemudian dirilis di awal tahun 2004. Seru?Sudah tentu… untuk membuat video klip dari single pertama kita “KARENA DIA KAMU” aja UNGU sampai rela ditangkap polisi karena membuat macet jalan protokol. Kenapa? Karena di video klip tersebut, UNGU main di atas trailer panjang yang berjalan mulai dari jalan thamrin, sudirman, semanggi sampai ke daerah senen… bisa dibayangkan betapa macetnya jalan hari itu hehehehe…. ? Album kompilasi?Diantara promo album kedua dan show di berbagai kota, UNGU juga menyempatkan diri untuk menciptakan dan menyanyikan lagu di luar album kita. Contohnya kita ikut menyumbangkan lagu “CIUMAN PERTAMA” untuk ost Buruan Cium Gue yang akhirnya harus ditarik dari peredaran. Kemudian UNGU juga mengaransemen ulang lagu “BIMBI” milik tante Titiek Puspa. Terakhir, UNGU dipercaya om Chrisye untuk menciptakan dan berduet di lagu “Cinta Yang Lain”. UNGU band sempat mau HANCUR….. Sempet mau bubar?Hahahaha….. berantem sampai nggak saling komunikasi, sudah pernah kita jalani. Tapi justru hal-hal seperti itu yang membuat UNGU semakin kuat dan semakin erat juga semakin mengenal satu sama lain. Isu bubar yang beredar waktu itu, justru membuat kami ingin membuktikan kekuatan UNGU dengan album ketiga. Jadi?Yaa… Dirilis lah album ketiga “MELAYANG” di awal Desember tahun 2005. Dengan gambar sayap pesawat di cover album, UNGU ingin bisa terbang dan menerbangkan semua keinginan, cita-cita dan harapan kita berlima juga penikmat lagu UNGU. Prestasi?Album MELAYANG jadi salah satu pencapaian UNGU yang terbesar saat ini. Dengan pencapaian itu, UNGU punya target yang lebih besar lagi. Kekuatan lagu dan lirik “DEMI WAKTU” membuat album ini meraih Platinum Award di bulan pertama penjualannya. Padahal kami baru menerima Platinum Award untuk album “LAGUKU” setelah hampir 2 tahun album tersebut dirilis. Tidak lama setelah itu, UNGU kembali menerima Double Platinum Award untuk album MELAYANG. WOW! Kejutan yang menyenangkan buat kami berlima. Merambah pasar asia?Sebelum album MELAYANG dirilis, sudah ada 4 perusahaan rekaman dari Malaysia yang ingin mengedarkan album ini di negara jiran tersebut. Kebanggaan tersendiri buat UNGU karena akhirnya album Melayang juga dirilis di Malaysia awal Maret 2006. Dan ternyata sambutannya luar biasa… Setelah ini…?Saat ini UNGU sedang melakukan show di berbagai kota di Indonesia. Di sela-sela waktu, kami sedang mengumpulkan dan melakukan rekaman untuk album religi. Ini adalah yang pertama buat UNGU, semoga hasilnya memuaskan…

SUMBER : LIHAT