Kamis, 24 Desember 2015

Cara Pembuatan Antiseptik secara Sederhana



 PENGERTIAN ANTISEPTIK

 

Ilustrasi

Sebelum lebih jauh dengan cara pembuatannya, alangkah lebih baiknya bila mengertahui pengertian dari "antiseptik" itu sendiri. Menurut Loho dan Lidya (2007), antiseptik merupakan bahan kimia yang mencegah multiplikasi organisme padapermukaan tubuh, dengan cara membunuh mikroorganisme tersebut atau menghambat pertumbuhan dan aktivitas metaboliknya. Antiseptik perlu dibedakan dengan antibiotik yang membunuh mikroorganisme dalam tubuh makhluk hidup, dan disinfektan yang membunuh mikroorganisme pada benda mati. Namun antiseptik sering pula disebut sebagai disinfektan kulit. Hampir semua bahan kimia yang dipakai sebagai antiseptik dapat pula berperan sebagai disinfektan. Hal ini ditentukan oleh konsentrasi bahan tersebut. Biasanya konsentrasi bahan yang digunakan sebagai antiseptik lebih rendah daripada disinfektan. 

Pemilihan bahan antiseptik yang sesuai untuk cuci tangan dilakukan melalui tiga tahap, antara lain :


  1. Tahap pertama, harus ditentukan karakteristik antiseptik yang diinginkan, seperti misalnya tidak diabsorpsi oleh kulit dan membran mukosa, efek persisten, spektrum antimikroba, dan cepatnya bahan tersebut bekerja. Setelah itu dipilih bahan antimikoba dengan kandungan yang memiliki karakteristik tersebut.
  2. Tahap kedua, langkah yang perlu dilakukan adalah meninjau bukti keamanan produk tersebut dan efektivitasnya dalam menurunkan jumlah bakteri.
  3. Tahap ketiga adalah mempertimbangkan penerimaan pemakai terhadap produk tersebut dan biaya yang diperlukan.

Secara sederhana metode pembuatan antiseptik dapat dilakukan : 


Metode pembuatan antiseptik secara sederhana dapat dilakukan dengan cara mencampur alkohol dan etanol dengan perbandingan 1:1 sejumlah 160 ml ke dalam beaker glass hingga homogen, setelah homogen di tambahkan 40 ml aquadest ke dalam beaker glass hingga homogen kembali. Larutan tersebut kemudian di masukkan ke dalam sprayer.

 KEPUSTAKAAN


Loho, T. dan L. Utami. 2007. Uji Efektivitas Antiseptik Triclosan l% terhadap Stuphylococcas aureus, Escherichia coli, Enterococcus faecalis, dan Pseudomonas aeruginosa. Majalah Kedokteran Indonesia. 57(6) : 171-178
 

0 komentar:

Posting Komentar