Jumat, 21 Juli 2017

Klasifikasi dan Morfologi Udang Windu (Panaeus monodon)





 
Morfologi Udang Windu (Panaeus monodon)

Sekilas tentang Udang Windu (Panaeus monodon)

         Udang windu terdengar tidak asing bagi masyarakat, udang ini pernah mengalami jayanya dimasanya. Sekarangpun masih sama sehingga pemerintah menetapkan udang windu sebagai salah satu produk perikanan yang mempunyai nilai ekonomis penting. Pemerintah sendiri melalui dinas dan badan terkait telah menerbitkan buku acuan ataupun panduan tentang cara pengelolaannya dalam bentuk SNI atau Standar Nasional Indonesia yang telah dikeluarkan oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional).

oh ya, kenalah dulu dengan udang windu yuk...


Bagaimana klasifikasi dan Morfologinya? Nah... Mari simak, berikut ulasannya

Klasifikasi Udang Windu 

Menurut Fransen dan De Grave (2011), Klasifikasi udang windu (Panaeus monodon Fab.) digolongkan sebagai berikut :
Kingdom            : Animalia
Phyllum              : Arthropoda
Subphyllum        : Crustaceaa
Superclass          : Multicrustacea
Class                  : Malacostraca
Subclass             : Eumalacostraca
Superordo          : Eucarida
Ordo                  : Decapoda
Subordo             : Dendrobranchiata
Superfamily       :
Familia             : Penaidae 
Genus              : Penaeus

Species           : Panaeus monodon

Bagaimana Morfologinya? Nih...

 
Morfologi dan sistem saluran makanan udang windu. (Yuniarso, 2006) 


Keterangan gambar :
1.      Carapase
2.      Rostrum
3.      Mata majemuk
4.      Antennules
5.      Prosartema
6.      Antena
7.      Maxilliped
8.      Pereopoda
9.      Pleopoda
10.    Uropoda
11.    Telson

a.         Osephagus
b.        Ruang cardiac
c.         Ruang pyloric
d.        Cardiac plate
e.         Gigi-gigi cardiac
f.         Cardiac ossicle
g.        Hepatopankreas
h.        Usus
i.          Anus

  

Secara morfologi, tubuh udang windu terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian kepala hingga dada dan abdomen yang meliputi bagian perut dan ekor. Bagian kepala dada disebut dengan cephalothorax yang dibungkus kulit yang tebal yang disebut carapace. Bagian ini terdiri dari kepala dengan 5 segmen dan dada dengan 8 segmen. Bagian abdomen terdiri atas 6 segmen dan 1 telson (Sutanti, 2009).

Cukup sekian dulu ya pembahasan tentang klasifikasi dan morfologi udang windu, mungkin jika ada kesalahan atau kekurangan mohon sarannya... Terimakasih

Kepustakaan
Fransen, C.; De Grave, S. (2011). Penaeus monodon Fabricius, 1798. Accessed through: World Register of Marine Species at http://www.marinespecies.org/aphia.php?p=taxdetails&id=210378 on 2017-04-14

Sutanti,Asri.2009. Pengaruh Pemberian Bakteri Probiotik Vibrio Skt-B Melalui Artemia Dengan Dosis Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Pasca Larva Udang Windu Penaeus Monodon. [SKRIPSI]. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor

Yuniarso, T.  2006 . Peningkatan Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan, Dan Daya Tahan Udang Windu (Penaeus Monodon Fab.) Stadium Pl 7 –Pl 20 Setelah Pemberian Silase Artemia Yang Telah Diperkaya Dengan Silase Ikan.  [SKRIPSI].  Universitas Sebelas Maret.  Solo. 98 hlm.








0 komentar:

Posting Komentar